CodeIgniter: Framework PHP yang Ringan dan Cepat

Framework PHP Codeigniter

Banyak orang berdiskusi di forum tentang framework PHP mana yang menawarkan fitur lebih baik? Misalnya tentang Laravel vs CodeIgniter. Kedua framework ini memiliki keunikan sendiri dan dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Menurut penulis, CodeIgniter lebih mudah dipelajari dan lebih mudah dalam hal pemrograman-nya. CodeIgniter adalah framework PHP yang fleksibel dan modern. Anda tinggal mendownload versi terbaru dari website CodeIgniter dan langsung bisa dijalankan dengan konfigurasi dasar. Demikian pula kalau website yang sudah jadi akan diupload ke sebuah server web hosting, cukup upload dengan FTP dan tidak perlu mengakses shell.

Meskipun masih pemula tentang arsitektur MVC, anda tetap dapat dengan mudah menggunakan CodeIgniter dengan membaca dokumentasi dan artikel-artikel tutorial yang banyak di Internet.

CodeIgniter memiliki komunitas online yang besar, yang sangat bermanfaat untuk membantu proyek-proyek CodeIgniter anda.

Jika anda adalah seorang pemula dalam menggunakan framework PHP CodeIgniter, ini adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki CodeIgniter yang sangat bermanfaat:

  • Stabil
  • Komunitas besar
  • Sederhana, ringan dan cepat
  • Aman, sudah teruji oleh jutaan pengguna
  • Dokumentasi Lengkap

Cara Membuat Library atau Class Sendiri dalam Laravel 5.x

Membuat library atau sebuah class sendiri dengan Laravel bertujuan agar memudahkan programmer dalam menggunakan ulang fungsi-fungsi yang sering dipakai (reuseable). Sekumpulan fungsi yang sudah dibuat dalam sebuah library Laravel, bisa digunakan pada seluruh aplikasi atau dicopy untuk digunakan pada proyek Laravel lainnya.

Cara membuat library pada Laravel sangat mudah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Membuat File Library

Buatlah sebuah sub folder baru di dalam folder app, misalnya diberi nama Lib. Kemudian di dalam folder Lib buatlah sebuah file sesuai keinginan anda. Dalam contoh di tulisan ini kita sedang membuat sebuah library bernama Mahasiswa, maka buatlah sebuah file bernama Mahasiswa.php.

Di dalam file Mahasiswa.php, buatlah class, property dan method sesuai keperluan anda. Contoh di sini kita membuat method untuk mendapatkan grade sebuah nilai mahasiswa. Maka isi librarynya adalah sebagai berikut:

<?php
// Buat namespace sesuai folder
namespace App\Lib;
 
class Mahasiswa {
    // Sebuah method untuk mencari grade
    public static function GradeNilai($nilai) {
        $tabel = array(
            'A' => [85, 101],
            'B' => [75, 85],
            'C' => [65, 75],
            'D' => [55, 65],
            'E' => [0, 55],
        );
 
        foreach ($tabel as $grade => $batas) {
            if ($nilai >= $batas[0] and
                $nilai < $batas[1]) {
                return $grade;
            }
        }
    }
}

Cara Menggunakan Library

Sekarang library ini bisa digunakan pada sebuah controller yang sudah kita buat dengan menggunakan perintah use, diikuti dengan nama namespace dan nama librarynya. Contohnya adalah seperti ini:

<?php
 
namespace App\Http\Controllers;
 
// Gunakan library yang sudah dibuat
use App\Lib\Mahasiswa;
 
class TestingController extends Controller {
 
    public function index() {
        // Contoh memanggil method pada class Mahasiswa 
 
        $nilai = 75;
        echo "Nilai $nilai, grade: ".Mahasiswa::GradeNilai($nilai)."<br/>";
 
        $nilai = 67;
        echo "Nilai $nilai, grade: ".Mahasiswa::GradeNilai($nilai)."<br/>";
 
        $nilai = 30;
        echo "Nilai $nilai, grade: ".Mahasiswa::GradeNilai($nilai);
    }
}

Testing

Coba buka controller yang sudah dibuat pada browser anda, kalau pembuatan library dan controller sudah benar maka akan melihat hasilnya seperti gambar di bawah ini:

Selesai

Membuat class atau library di Laravel dapat dilakukan hanya dengan dua langkah, yaitu membuat class di folder app dan kemudian menggunakannya di controller dengan perintah use. Mudah dan praktis bukan? Selamat mencoba dan mempraktekkan dalam proyek-proyek anda.

Topik yang sedang hot: